Microsoft sepertinya sangat gesit dalam menggenjot pengembangan produk andalannya – sistem operasi Windows. Ini dapat di buktikan dengan pesatnya development Windows 8, yang kemudian tidak lama berselang menelurkan Windows 8.1. Belakangan, Microsoft lewat jaringan Microsoft Developer Network (MSDN) juga memperkenalkan Windows generasi terbaru, yaitu Windows 10.
Windows 10 sendiri adalah sebuah lompatan sangat jauh yang di lakukan oleh Microsoft, karena proses pengembangan Windows 8.1 sendiri masih berjalan dengan sangat cepat, seiring dengan perkembangan teknologi di pasaran yang memungkinkan Windows 8.1 di jalankan pada platform yang berbeda-beda, misalnya komputer desktop, tablet, bahkan sampai dengan smartphone.
Oke, nggak banyak cingcong… kita langsung aja bahas ulasan lengkap Windows 10 Pro (Technical Preview) yang sudah saya cicipi beberapa hari ini.
Version number yang meloncat? Aneh!
Saya sedikit kebingungan dengan versioning yang terlalu jauh untuk Windows, bayangkan dari versi 8.1 langsung loncat ke versi 10. Ada apa gerangan yang terjadi? Tidak ada informasi dan penjelasan resmi yang di keluarkan oleh pihak Microsoft mengapa mereka memperkenalkan Windows versi 10, tanpa melewati versi 9.
Ada beberapa penjelasan kenapa Windows langsung loncat ke versi 10. Penjelasan pertama yang beredar santer di jagad maya adalah, karena angka 9 adalah angka sial! Hmm… ternyata bukan hanya angka 13 saja yang membawa sial, hehehe.
Angka 9 diyakini oleh masyarakat Jepang sebagai angka yang kurang hoki, dan cenderung membawa pengaruh negatif. Windows adalah sistem operasi yang laku keras di negara bunga sakura tersebut, dan oleh sebab itu, mereka menghindari penggunaan angka 9 dalam versi Windows. Trend Micro, sebuah perusahaan keamanan komputer asal Jepang juga tidak menggunakan angka 9 dalam versi-versi produk antivirus dan produk keamanan yang mereka keluarkan.
Penjelasan kedua yang beredar di internet adalah yang bermula dari di jelaskan bahwa angka 9 sudah di gunakan pada kode sumber Windows versi terdahulu.

Spesifikasi komputer untuk ulasan lengkap Windows 10 Pro (Technical Preview) ini
Spesifikasi komputer yang saya gunakan untuk ulasan kali ini adalah sebagai berikut :
- Motherboard : Gigabyte GA-78LMT-S2P
- RAM : 2 Gb DDR3
- Penyimpanan : 80 Gb Seagate 7200 RPM
- VGA : nVIDIA GeForce 210 1 Gb
Okay, let the installation begin!
Jika sobat sudah familiar dengan instalasi Windows 8 atau Windows 8.1 maka sobat tidak akan menemukan kendala dalam proses instalasi Window 10, karena antarmuka installer dan proses instalasinya 99.9% identik, bahkan sama persis.
Yang menjadi ciri khas instalasi pada Windows 8 atau Windows 10 jika di bandingkan dengan generasi Windows terdahulu, terutama Windows 7 adalah antarmuka installer Windows 8 dan Windows 10 tidak banyak menggunakan visual effect. Sangat berbeda dengan pada antarmuka installer Windows 7 yang berwarna cerah, colorful, dan berfokus pada estetika antarmuka pengguna.
Installer Windows 10 menonjolkan plain colors atau warna-warna yang pekat dan antarmuka yang di desain untuk mengurangi intervensi user pada saat proses instalasi sedang berlangsung.
Kinerja komputer menggunakan Windows 10
Secara umum, kinerja komputer pada saat saya mengoperasikan Windows 10 berada dalam kondisi cukup baik. Pekerjaan dengan menggunakan Office suite (saya menggunakan Microsoft Office 2010) juga tidak ada kendala yang cukup signifikan.
Yang paling terasa adalah pada saat menggunakan aplikasi/software yang membutuhkan akselerasi grafis, misalnya pada browser Chrome. Chrome pada saat di jalankan akan “terdiam” sejenak (2 atau 3 detik), setelah itu baru dapat di gunakan untuk browsing.
Untuk mengetes performa grafis, saya menjalankan 3 games online yang kebutuhan graphic prosessingnya berbeda, dari yang paling ringan, sampai yang ekstensif untuk menggunakan sumber daya (CPU, RAM, dan grafik).
Test pertama dengan menggunakan game Ragnarok (classic). Saya memilih game ini karena pada dasarnya tidak memiliki system requirement dan kartu grafik yang berspesifikasi tinggi.
Hasilnya adalah, seluruh detail game terlihat sangat baik, grafik juga sangat mulus, akan tetapi game menjadi crash pada saat karakter dalam game memasuki map tertentu. Menurut saya, ini kembali ke kompatibilitas game itu sendiri, tidak ada hubungan dengan kinerja grafisSource:
http://tryasbayuseptiaji.blogspot.co.id/
No comments:
Post a Comment