Wednesday, March 15, 2017

Etika & Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi

Web Designer merupakan salah satu profesi dalam TSI (Teknologi Sistem Informasi). Merupakan orang yang bekerja dengan unsur-unsur visual dan grafis pada suatu halaman web. dia adalah orang yang membuat tampilan pada suatu halaman web menjadi lebih baru dengan update dan dengan konten yang terbaru. Para web designer mengintegrasikan komponen file seperti gambar, atau multimedia ke halaman web untuk menambah pengalaman visual user, atau content page.

Pemahaman tentang Client-side scripting, HTML, CSS, cara memanipulasi image dan animasi merupakan beberapa hal yang dikuasai oleh web designer.
Berikut adalah bagian hal yang harus dipahami oleh seorang web designer:
• Client-side scripting: JavaScript
• Server-Side scripting: PHP, ASP, dsb.
• Cascading Style Sheets
• HTML
• Manipulasi image : Adobe Photosop, GIMP, Corel Draw, dsb.
• Animasi, biasanya berupa flash.


Web designer biasanya bekerja dalam tim untuk memastikan sebuah tampilan website dapat membuat aplikasi web bekerja dengan baik.


TUGAS-TUGAS WEB DESIGNER

Kalau berbicara soal web designer, maka jelas pekerjaannya adalah membuat desain sebuah website, desain tersebut akan dibuka atau dinikmati pada sebuah layar seperti layar komputer, layar handphone, layar tablet, desain web bukan desain yang nantinya akan dicetak seperti brosur, poster, banner, atau cover majalah karena itu pekerjaan seorang graphic designer.

Merancang Konsep Layout (Wireframing)
Tugas pertama web designer adalah membuat rancangan layout website, rancangan layout ini bermacam-macam, ada yang sekedar membuat wireframe dengan coret-coret di kertas atau dengan tools untuk membuat wireframe lainya seperti balsamiq atau Mockingbird, ada yang cukup membayangkan di otak dan langsung membuatnya di photoshop, ada yang langsung di browser.

Merancang Layout Secara Visual
Disini web designer bisa menyalurkan ide-idenya dalam membuat setiap elemen yang ada di website, memberi warna, menempatkan gambar dan lainya.
Web designer tentunya harus punya penjelasan-penjelasan tentang desain yang dia buat, biasanya ini terdokumentasi lengkap, kenapa memilih warna tertentu, font apa yang digunakan, dan lain sebagainya.


Membuat Susunan Markup (HTML)
Tugas web designer setelah proses slicing tersebut adalah mengatur tata letak elemen-elemen yang ada di sebuah website sesuai dengan bentuk visual yang sudah dibuat sebelumnya, untuk mengatur tata letak tentunya dibutuhkan pengetahuan akan bahasa markup, yaitu HTML (Hypertext Markup Langugage) jadi web designer harus mengerti HTML, sekarang bahkan sudah HTML5.

Memastikan kode sudah benar (Validation)
Tentunya kualitas kode juga harus diperhatikan, apakah kode yang dibuat sudah memenuhi standar atau belum, jadi kode-kode HTML yang sudah dibuat harus di validasi dengan tools yang ada seperti W3 Validator


Video mengenai kehidupan seorang web designer:

Dalam video ini kita dapat melihat kehidupan Web Designer yang bernama Bernard, dia menceritakan bagaimana dia bisa terlibat dalam Web Designing pada awalnya, kemudian menemukan bahwa Web Design adalah passion nya dan sekarang dia sudah bekerja sebagai Web Designer selama beberapa tahun, Bernard menjelaskan bahwa setiap harinya dia akan mendapatkan permintaan untuk mendesign sebuah website dengan ketentuan-ketentuan yang di berikan oleh client namun sebagian besar dari keputusan tetap berada di tangan Bernard karena dia yang lebih mengerti mengenai pembuatan sebuah website, terkadang tetap saja ada client yang ingin website nya di design secara spesifik walaupun client tersebut telah menyewa Bernard untuk membuatkan design nya. setelah mendapatkan order pembuatan website Bernard kemudian harus melakukan investigasi trend website yang ada sekarang serta membuat dan mengetes kompatibilitas website tersebut dengan semua device yang ada di market.

Kode Etik Web Designer:

1. Reliability / Reliabilitas
Seorang web developer memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa proyeknya bisa selesai dan bisa digunakan oleh kliennya. Apabila seorang web developer memiliki keragu-raguan atas kemampuannya menyelesaikan sebuah proyek, ia wajib menginformasikan hal tersebut di awal pengerjaaan.
Adalah pelanggaran etika yang sangat buruk apabila proyek yang belum rampung ditinggalkan oleh sang developer.

2. Confidentiality / Kerahasiaan
Dalam sebuah proyek website, seorang web desainer pasti akan menggunakan akses code dan username untuk berbagai hal ( CMS, CPanel, Spanel, FTP ) yang bisa didapatkan dari klien ataupun dari perusahaan hosting.
Adalah merupakan kewajiban web developer untuk menyimpan baik data tersebut selama proyek berlangsung dan melakukan serah terima resmi data-data tersebut setelah proyek konstruksi selesai.

3. Usability / Kedaya guna-an
Sebuah website harus dibuat supaya useful / berguna, bukan terserah keinginan kliennya. Sama seperti seorang kontraktor bangunan, harus bertanggung jawab membuatkan rumah yang ada pintu dan atapnya.
Pertama, fungsi – fungsi yang ada di situs harus bisa berguna bagi pengunjung dan bagi klien.
Contoh: Pengunjung bisa mencari isi situs dan klien bisa melihat data pengunjung yang telah mengisi contact form
Kedua, web developer sangat di haruskan untuk melatih kliennya untuk menggunakan situs tersebut. Bahkan untuk hal – hal kecil seperti membuat email atau login ke CPanel / SPanel.
Ada bagusnya untuk investasi waktu anda membuat user manual yang standar dan tinggal diserah kepada klien setelah proyek selesai.

Pendapat pribadi mengenai perkembangan penggunaan kode etik di kalangan Web Designer:

Menurut saya, perkembangan penggunaan kode etik seorang Web Designer dari dulu sampai sekarang masih terjaga dengan cukup baik, namun banyak orang-orang yang telah bisa belajar untuk menjadi Web Designer secara autodidak dan maka dari itu tidak mengetahui kode kode etik yang harus di patuhi dalam menjalankan tugasnya sebagai Web Designer.